Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — Mengutip NBC, pemerintah Amerika Serikat dalam sebuah langkah baru berusaha membentuk koalisi internasional baru untuk membuka kembali jalur pelayaran kapal-kapal melalui selat vital tersebut. Langkah ini dilakukan bersamaan dengan meningkatnya perselisihan Washington dengan para sekutunya.
Berdasarkan memo internal Kementerian Luar Negeri Amerika yang diperoleh NBC News, negara itu berupaya membentuk koalisi yang disebut “Struktur Kebebasan Maritim”. Media Amerika tersebut menulis bahwa koalisi ini dirancang melalui kerja sama dengan Kementerian Pertahanan Amerika atau Pentagon. Tujuannya disebut untuk bertukar informasi antarnegara anggota, menjamin lalu lintas aman bagi kapal-kapal, serta mengoordinasikan langkah-langkah diplomatik dan ekonomi terhadap Republik Islam Iran.
Berdasarkan dokumen tersebut, Kementerian Luar Negeri Amerika meminta perwakilan-perwakilan diplomatiknya untuk mendorong negara-negara agar bergabung dengan koalisi ini. Namun ditekankan bahwa negara-negara seperti Rusia, China, Belarus, dan Kuba harus dikecualikan dari inisiatif tersebut.
Menurut laporan itu, koalisi ini direncanakan akan berfungsi sebagai struktur independen, tetapi tetap berkoordinasi dengan inisiatif serupa yang dipimpin Inggris dan Prancis. Pada saat yang sama, Komando Pusat Amerika akan bertanggung jawab mengelola lalu lintas laut dan menjalin komunikasi langsung dengan kapal-kapal.
NBC menegaskan bahwa manuver ini dilakukan ketika harga energi global mencapai level tertinggi dalam empat tahun terakhir, sementara popularitas domestik Trump juga menurun. Kondisi ini semakin menambah kerumitan pengambilan keputusan Washington ke depan dalam menghadapi krisis tersebut.
Sebelumnya, Trump mengklaim bahwa Amerika tidak membutuhkan bantuan sekutu-sekutunya untuk membuka kembali Selat Hormuz. Namun setelah Iran menutup jalur pelayaran menyusul serangan militer bersama Amerika dan rezim Zionis pada 28 Februari, Washington terpaksa meminta kerja sama dari negara-negara lain.
Keretakan antara Amerika dan Sekutu Barat
NBC News menulis bahwa perkembangan ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya perselisihan antara Amerika dan sekutu-sekutu Baratnya, khususnya anggota NATO. Trump secara terbuka mengkritik kurangnya kerja sama negara-negara tersebut. Dalam pidatonya di Negara Bagian Florida, ia mengklaim bahwa NATO sama sekali tidak membantu Washington.
Media tersebut menambahkan bahwa dalam konteks ini, Kementerian Pertahanan Amerika mengumumkan akan menarik sekitar 5.000 tentaranya dari Jerman. Menurut para pejabat Pentagon, langkah ini diambil sebagai respons atas kritik Friedrich Merz, Kanselir Jerman, terhadap perang dengan Iran.
Trump juga mengancam akan menarik pasukan Amerika dari Italia dan Spanyol.
Your Comment